Recent post
KOSEP TEKNOLOGI MEDIA TRANSMISI
Media transmisi adalah media yang dapat digunakan untuk mengirimkan informasi dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam jaringan, semua media yang dapat menyalurkan gelombang listrik atau elektromagnetik atau cahaya dapat dipakai sebagai media pengirim, baik untuk pengiriman dan penerimaan data. Pilihan media transmisi (pengirim) untuk keperluan komunikasi data tergantung pada beberapa faktor, seperti harga, performance jaringan yang dikehendaki, ada atau tidaknya medium tersebut.
Karakteristik media transmisi ini bergantung pada:
* Jenis alat elektronika
* Data yang digunakan oleh alat elektronika tersebut
* Tingkat keefektifan dalam pengiriman data
* Ukuran data yang dikirimkan
Guided Transmission Media
Guided transmission media atau media transmisi terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem kabel.
1. Coaxial Cable
Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar
Kabel ini sering digunakan sebagai kabel antena TV. Disebut juga sebagai kabel BNC (Bayonet Naur Connector). Kabel ini merupakan kabel yang paling banyak digunakan pada LAN, karena memiliki perlindungan terhadap derau yang lebih tinggi, murah, dan mampu mengirimkan data dengan kecepatan standar.
Ada 3 jenis konektor pada kabel Coaxial, yaitu T konektor, I konektor (socket) dan BNC konektor. Keuntungan menggunakan kabel koaksial adalah lebih murah dari pada kabel fiber optic dan jarak jangkauannya cukup jauh dari kabel jenis UTP/STP yang menggunakan repeater sebagai penguatnya. Kekurangannya adalah susah pada saat instalasi, baik installasi konektor maupun kabel. Untuk saat ini kabel koaksial sudah tidak direkomendasikan lagi intuk instalasi jaringan.
2. Twisted-Pair cable
Twisted Pair terdiri dari 2 jenis :
Kabel STP (Shielded Twisted Pair)
Kabel STP (Shielded Twisted Pair) merupakan salah satu jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer. Kabel ini berisi dua pasang kabel (empat kabel) yang setiap pasang dipilin. Kabel STP lebih tahan terhadap gangguan yang disebebkan posisi kabel yang tertekuk. Pada kabel STP attenuasi akan meningkat pada frekuensi tinggi sehingga menimbulkan crosstalk dan sinyal noise.
Keuntungan menggunakan kabel STP adalah lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun dari luar. Kekurangannya adalah mahal, susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding), dan jarak jangkauannya hanya 100m .
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) banyak digunakan dalam instalasi jaringan komputer. Kabel ini berisi empat pasang kabel yang tiap pasangnya dipilin (twisted). Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshilded). Kabel UTP mudah dipasang, ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan jenis media lainnya. Kabel UTP sangat rentan dengan efek interferensi elektris yang berasal dari media di sekelilingnya.
Keuntungan menggunakan kabel UTP adalah murah dan mudah diinstalasi. Kekurangannya adalah rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik, dan jarak jangkauannya hanya 100m.
Ada beberapa kategori untuk kabel Twisted Pair, yaitu :
• Kategori 1 (Cat-1).
Umumnya menggunakan konduktor padat standar AWG sebanyak 22 atau 24 pin dengan range impedansi yang lebar. Digunakan pada koneksi telepon dan tidak direkomendasikan untuk transmisi data.
• Kategori 2 (Cat-2).
Range impedansi yang lebar, sering digunakan pada sistem PBX dan sistem Alarm. Transmisi data ISDN menggunakan kabel kategori 2, dengan bandwidth maksimum 1 MBps.
• Kategori 3 (Cat-3).
Sering disebut kabel voice grade, menggunakan konduktor padat sebanyak 22 atau 24 pin dengan impedansi 100 Ω dan berfungsi hingga 16 MBps. Dapat digunakan untuk jaringan 10BaseT dan Token Ring dengan bandwidth 4 Mbps.
• Kategori 4 (Cat-4).
Seperti kategori 3 dengan bandwidth 20 MBps, diterapkan pada jaringan Token Ring dengan bandwidth 16 Mbps.
• Kategori 5 (Cat-5).
Merupakan kabel Twisted Pair terbaik (data grade) dengan bandwidth 100 Mbps dan jangkauan transmisi maksimum 100 m.
Unguided Transmission Media
Unguided transmission media atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang.
1. Sinar Inframerah
Dalam kehidupan sehari-hari sinar inframerah digunakan pada remote televisi. Remote TV mentransmisikan kode instruksi yang dibawa oleh sinar inframerah yang nantinya akan diterjemahkan oleh receiver dalam TV. Suatu jaringan nirkabel yang menggunakan cara yang seperti di atas untuk mentransmisikan data-data.
2. Gelombang Radio Narrow-Band
Gelombang Radio Narrow-Band disebut juga dengan Gelombang Radio Frekuensi Tunggal karena pada medium pentransmisiannya menggunakan gelombang radio berfrekuensi tunggal untuk mentransmisikan data. Adapun dalam penggunaannya gelombang ini dapat menempuh jarak yang lebih jauh dari pada sinar inframerah. Hal ini dikarenakan gelombang radio dapat memantul melalui dinding, gedung, bahkan atmosfer bumi. Tetapi gelombang radio ini tidak dapat menembus dinding yang terbuat dari besi.
3. Gelombang Radio Spread Spectrum
Transmisi data menggunakan gelombang radio spread spectrum dikembangkan oleh angkatan bersenjata untuk memecahkan beberapa masalah komunikasi dengan gelombang radio. Dalam teknik ini gelombang radio menggunakan beberapa frekuensi untuk mentransmisikan data. Spread spectrum memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap gangguan dari luar dibandingkan dengan teknik gelombang radio frekuensi tunggal.
4. Gelombang Mikro (microwave)
Penggunaan media penghubung dengan microwave (gelombang mikro) memiliki kelebihan pada jaraknya yang tidak terbatas. Terdapat dua jenis teknik transmisi microwave, yaitu:
a. Terrestrial Microwave
Pada teknik Terrestrial Microwave menggunakan transmitter dan receiver yang terdapat di bumi. Jaringan telepon antar kota yang biasanya menggunakan menara relay adalah salah satu contoh penggunaan gelombang mikro jenis terestrial. Untuk mentransmisikan gelombang mikro biasanya digunakan antenna parabola yang menghasilkan sinyal terpusat. Antena parabola juga digunakan pada penerimanya. Pengaturan letak antena parabola yang akan digunakan sebagai transmitter dan receiver pada teknik ini harus diperhatikan, mengingat sifat dari sinyal yang dipancarkan adalah terpusat dan bukan tersebar. Terrestrial microwave memiliki bandwidth antara 1-10 Mbps dan biasanya beroperasi pada frekuensi antara 4-6 GHz dan 21-23 GHz.
b. Satellite Microwave
Pada teknik ini menggunakan satelit komunikasi yang berada di ruang angkasa sebagai relaynya. Tiap-tiap stasiun di bumi menggunakan antena parabola untuk berkomunikasi dengan satelit. Satelit berfungsi mentransmisikan kembali
Fiber Optic
Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Berdasarkan mode transmisi yang digunakan serat optik terdiri atas Multimode Step Index, Multimode Graded Index, dan Singlemode Step Index. Keuntungan serat optik adalah lebih murah, bentuknya lebih ramping, kapasitas transmisi yang lebih besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi sinyal cahaya sehingga lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan sedikit, dan tidak mudah terbakar. Kelemahan serat optik antara lain biaya yang mahal untuk peralatannya, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya, serta untuk perbaikan yang kompleks membutuhkan tenaga yang ahli di bidang ini. Selain merupakan keuntungan, sifatnya yang tidak menghantarkan listrik juga merupakan kelemahannya karena memerlukan alat pembangkit listrik eksternal.
Media transmisi adalah media yang dapat digunakan untuk mengirimkan informasi dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam jaringan, semua media yang dapat menyalurkan gelombang listrik atau elektromagnetik atau cahaya dapat dipakai sebagai media pengirim, baik untuk pengiriman dan penerimaan data. Pilihan media transmisi (pengirim) untuk keperluan komunikasi data tergantung pada beberapa faktor, seperti harga, performance jaringan yang dikehendaki, ada atau tidaknya medium tersebut.
Karakteristik media transmisi ini bergantung pada:
* Jenis alat elektronika
* Data yang digunakan oleh alat elektronika tersebut
* Tingkat keefektifan dalam pengiriman data
* Ukuran data yang dikirimkan
Guided Transmission Media
Guided transmission media atau media transmisi terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem kabel.
1. Coaxial Cable
Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar
Kabel ini sering digunakan sebagai kabel antena TV. Disebut juga sebagai kabel BNC (Bayonet Naur Connector). Kabel ini merupakan kabel yang paling banyak digunakan pada LAN, karena memiliki perlindungan terhadap derau yang lebih tinggi, murah, dan mampu mengirimkan data dengan kecepatan standar.
Ada 3 jenis konektor pada kabel Coaxial, yaitu T konektor, I konektor (socket) dan BNC konektor. Keuntungan menggunakan kabel koaksial adalah lebih murah dari pada kabel fiber optic dan jarak jangkauannya cukup jauh dari kabel jenis UTP/STP yang menggunakan repeater sebagai penguatnya. Kekurangannya adalah susah pada saat instalasi, baik installasi konektor maupun kabel. Untuk saat ini kabel koaksial sudah tidak direkomendasikan lagi intuk instalasi jaringan.
2. Twisted-Pair cable
Twisted Pair terdiri dari 2 jenis :
Kabel STP (Shielded Twisted Pair)
Kabel STP (Shielded Twisted Pair) merupakan salah satu jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer. Kabel ini berisi dua pasang kabel (empat kabel) yang setiap pasang dipilin. Kabel STP lebih tahan terhadap gangguan yang disebebkan posisi kabel yang tertekuk. Pada kabel STP attenuasi akan meningkat pada frekuensi tinggi sehingga menimbulkan crosstalk dan sinyal noise.
Keuntungan menggunakan kabel STP adalah lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun dari luar. Kekurangannya adalah mahal, susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding), dan jarak jangkauannya hanya 100m .
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) banyak digunakan dalam instalasi jaringan komputer. Kabel ini berisi empat pasang kabel yang tiap pasangnya dipilin (twisted). Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshilded). Kabel UTP mudah dipasang, ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan jenis media lainnya. Kabel UTP sangat rentan dengan efek interferensi elektris yang berasal dari media di sekelilingnya.
Keuntungan menggunakan kabel UTP adalah murah dan mudah diinstalasi. Kekurangannya adalah rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik, dan jarak jangkauannya hanya 100m.
Ada beberapa kategori untuk kabel Twisted Pair, yaitu :
• Kategori 1 (Cat-1).
Umumnya menggunakan konduktor padat standar AWG sebanyak 22 atau 24 pin dengan range impedansi yang lebar. Digunakan pada koneksi telepon dan tidak direkomendasikan untuk transmisi data.
• Kategori 2 (Cat-2).
Range impedansi yang lebar, sering digunakan pada sistem PBX dan sistem Alarm. Transmisi data ISDN menggunakan kabel kategori 2, dengan bandwidth maksimum 1 MBps.
• Kategori 3 (Cat-3).
Sering disebut kabel voice grade, menggunakan konduktor padat sebanyak 22 atau 24 pin dengan impedansi 100 Ω dan berfungsi hingga 16 MBps. Dapat digunakan untuk jaringan 10BaseT dan Token Ring dengan bandwidth 4 Mbps.
• Kategori 4 (Cat-4).
Seperti kategori 3 dengan bandwidth 20 MBps, diterapkan pada jaringan Token Ring dengan bandwidth 16 Mbps.
• Kategori 5 (Cat-5).
Merupakan kabel Twisted Pair terbaik (data grade) dengan bandwidth 100 Mbps dan jangkauan transmisi maksimum 100 m.
Unguided Transmission Media
Unguided transmission media atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang.
1. Sinar Inframerah
Dalam kehidupan sehari-hari sinar inframerah digunakan pada remote televisi. Remote TV mentransmisikan kode instruksi yang dibawa oleh sinar inframerah yang nantinya akan diterjemahkan oleh receiver dalam TV. Suatu jaringan nirkabel yang menggunakan cara yang seperti di atas untuk mentransmisikan data-data.
2. Gelombang Radio Narrow-Band
Gelombang Radio Narrow-Band disebut juga dengan Gelombang Radio Frekuensi Tunggal karena pada medium pentransmisiannya menggunakan gelombang radio berfrekuensi tunggal untuk mentransmisikan data. Adapun dalam penggunaannya gelombang ini dapat menempuh jarak yang lebih jauh dari pada sinar inframerah. Hal ini dikarenakan gelombang radio dapat memantul melalui dinding, gedung, bahkan atmosfer bumi. Tetapi gelombang radio ini tidak dapat menembus dinding yang terbuat dari besi.
3. Gelombang Radio Spread Spectrum
Transmisi data menggunakan gelombang radio spread spectrum dikembangkan oleh angkatan bersenjata untuk memecahkan beberapa masalah komunikasi dengan gelombang radio. Dalam teknik ini gelombang radio menggunakan beberapa frekuensi untuk mentransmisikan data. Spread spectrum memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap gangguan dari luar dibandingkan dengan teknik gelombang radio frekuensi tunggal.
4. Gelombang Mikro (microwave)
Penggunaan media penghubung dengan microwave (gelombang mikro) memiliki kelebihan pada jaraknya yang tidak terbatas. Terdapat dua jenis teknik transmisi microwave, yaitu:
a. Terrestrial Microwave
Pada teknik Terrestrial Microwave menggunakan transmitter dan receiver yang terdapat di bumi. Jaringan telepon antar kota yang biasanya menggunakan menara relay adalah salah satu contoh penggunaan gelombang mikro jenis terestrial. Untuk mentransmisikan gelombang mikro biasanya digunakan antenna parabola yang menghasilkan sinyal terpusat. Antena parabola juga digunakan pada penerimanya. Pengaturan letak antena parabola yang akan digunakan sebagai transmitter dan receiver pada teknik ini harus diperhatikan, mengingat sifat dari sinyal yang dipancarkan adalah terpusat dan bukan tersebar. Terrestrial microwave memiliki bandwidth antara 1-10 Mbps dan biasanya beroperasi pada frekuensi antara 4-6 GHz dan 21-23 GHz.
b. Satellite Microwave
Pada teknik ini menggunakan satelit komunikasi yang berada di ruang angkasa sebagai relaynya. Tiap-tiap stasiun di bumi menggunakan antena parabola untuk berkomunikasi dengan satelit. Satelit berfungsi mentransmisikan kembali
Fiber Optic
Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Berdasarkan mode transmisi yang digunakan serat optik terdiri atas Multimode Step Index, Multimode Graded Index, dan Singlemode Step Index. Keuntungan serat optik adalah lebih murah, bentuknya lebih ramping, kapasitas transmisi yang lebih besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi sinyal cahaya sehingga lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan sedikit, dan tidak mudah terbakar. Kelemahan serat optik antara lain biaya yang mahal untuk peralatannya, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya, serta untuk perbaikan yang kompleks membutuhkan tenaga yang ahli di bidang ini. Selain merupakan keuntungan, sifatnya yang tidak menghantarkan listrik juga merupakan kelemahannya karena memerlukan alat pembangkit listrik eksternal.
Balajar Menggunakan MySQL Database Untuk Pemula
MySQL
adalah merupakan sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL
yang berada dibawah lisensi GNU General Public License. Dengan bantuan
MySQL, maka anda akan mempunyai sebuah website yang bukan hanya online,
tapi juga bersifat dinamis, artinya website tersebut akan dapat
berinteraksi dengan pengunjung.
Dalam
artikel ini saya akan membahas khusus cara menggunakan MySQL dengan
mempelajari perintah-perintah MySQL yang paling dasar dan paling sering
digunakan. Sebelum itu, supaya anda dapat langsung mempraktekan
perintah-perintah dasar MySQL tersebut, tentu saja anda harus sudah
menginstall MySQL di server (komputer) anda terlebih dahulu.
Untuk
tutorial bagaimana cara install MySQL, anda bisa cari artikel terkait
tentang cara install LAMP atau LEMP di artikel lain dalam blog ini.
Silahkan anda cari sesuai dengan distro linux apa yang anda gunakan.
Jika anda menggunakan sistem operasi windows, anda bisa membaca artikel
saya tentang cara install XAMPP di sistem operasi windows.
- Mengetahui versi MySQL yang terinstall.
mysqladmin -u root -p version
- Masuk ke layanan MySQL.
commandnya adalah :mysql -u USERMYSQL -pGanti USERMYSQL dengan nama user mysql anda. Jika anda baru pertama kali menggunakan atau mengakses MySQL dan atau belum pernah membuat user baru sebelumnya, silahkan gunakan user “root” untuk login. Harap dicatat bahwa user MySQL bukanlah user linux, artinya user MySQL terpisah dengan user linux.
Command lengkapnya menjadi :
mysql -u root -p
Anda akan diminta untuk memasukkan password user MySQL anda. Password yang dimaksud adalah password MySQL yang anda buat pada saat instalasi MySQL di server anda. - Membuat database baru.
CREATE DATABASE namadatabase;Ganti database namadatabase dengan nama database apa yang ingin anda buat. Misalnya saya akan membuat database dengan nama wordpress, maka perintahnya adalah :
CREATE DATABASE wordpress;
- Membuat user baru MySQL dan memberikan hak terhadap database.
GRANT ALL ON namadatabase.* TO usermysql@localhost IDENTIFIED BY 'password';
Ganti namadatabase dengan nama database yang sudah anda buat, usermysql dengan nama user MySQL yang ingin anda buat dan rubah pula password dengan kata kunci yang anda inginkan. Contoh saya akan membuat user MySQL baru dengan nama john dan password erik1991, maka commandnya adalah :
GRANT ALL ON wordpress.* TO john@localhost IDENTIFIED BY 'erik1991';
- Melihat list database yang sudah dibuat.
show databases;
- Menggunakan database dan mengetahui list tabel yang ada.
Seperti yang anda lihat ditas, banyak sekali database yang sudah dibuat, salah satunya adalah database wordpress yang baru saja dibuat dengan tutorial diatas. Kali ini, saya akan mencontohkan bagaimana cara menggunakan database dan mengetahui list tabel yang terdapat dalam database wordpress.
Gunakan perintah :use namadatabase;
Menjadi :
use wordpress;
Lalu perintah :
show tables;
Screenshot diatas menjelaskan bahwa belum ada tabel yang terdaftar atau telah dibuat. Hal ini memang karena anda belum membuat satu tabel pun dalam database tersebut. Berbeda halnya jika anda sudah membuat tabel, maka akan terlihat seperti berikut ini :
Gambar diatas menunjukkan bahwa database dedeerik memiliki 25 tabel dengan nama tabel yang bermacam-macam. - Keluar dari MySQL database.
Anda bisa gunakan command :exit
Atau anda cukup dengan menekan CTRL+D di keyboard anda.
PERTEMUAN 1
PENGENALAN BAHASA C++
1.1. PENDAHULUAN
Bahasa pemrograman computer terdiri atas dua bagian,
yaitu bahasa pemrograman tingkat tinggi (high
level language) dan bahasa pemrograman tingkat rendah (low level language). Penggolongan ini didasarkan pada kemudahan
untuk mempelajari bahasa pemrograman komputer tersebut dan kecepatan
eksekusinya.
Makin tinggi tingkat suatu bahasa pemrograman komputer,
maka bahasa pemrograman komputer tersebut akan makin mudah dipelajari. Dan
sebaliknya, makin rendah tingkat suatu bahasa pemrograman komputer, maka makin
tinggi kecepatan eksekusinya.
Bahasa pemrograman C++ adalah salah satu bahasa
pemrograman komputer tingkat tinggi. Hal ini dikarenakan bahasa pemrograman C++
termasuk bahasa pemrograman komputer yang mudah dipelajari. Tetapi bahasa
pemrograman C++ lebih banyak digunakan daripada bahasa pemrograman lainnya,
karena memiliki kecepatan eksekusi yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan
bahasa pemrograman komputer tingkat tinggi lainnya.
Bahasa pemrograman C++ memiliki keunikan tersendiri dari
bahasa pemrograman komputer yang lain, yaitu bersifat case sensitive (membedakan antara huruf kecil dan huruf kapital),
dimana hampir semua perintah dalam bahasa pemrograman C++ menggunakan huruf
kecil.
1.2 PENGGUNAAN
COMPILER C++
Dalam
praktikum ini kita akan menggunakan tool
software Turbo C++, untuk menjalankan software tersebut langkah-langkah
yang dilakukan, yaitu:
1. Mendouble click icon turbo C++
2. Maka akan muncul tampilan aplikasi sebagai berikut,
3. Lalu untuk menulis program C++/coding kita buka File à New, maka akan muncul
layar putih tempat untuk menulis program C++.
4. Untuk mengeksekusi dan mencompile (menjalankan)
program C++ yang telah kita buat kita mengklik tombol petir berikut:
5. Apabila program yang telah dibuat sudah benar akan
muncul layar dengan background hitam/putih (aplikasi). Sedangkan apabila masih
salah akan muncul pesan kesalahan dibawah tempat anda menulis program dan tidak
akan muncul layar hitam sampe program yang anda tulis benar.
1.3 STRUKTUR
PROGRAM C++
1.3.1 TUJUAN
PRAKTIKUM
a. Mengetahui struktur program C++
b. Mengetahui sifat dan fungsi tiap struktur program C++
1.3.2. TEORI
DASAR
Struktur
dasar program bahasa C++ adalah sebagai berikut:
- PREPROCESSOR DIRECTIVES
- DEKLARASI GLOBAL
- FUNGSI UTAMA
Preprocessor
directives merupakan perintah
dalam bahasa C++ yang akan membuat dan mengkompilasi file perantara dengan
program utama.
Deklarasi global merupakan bagian program C++ tempat
pendeklarasian konstanta, variabel, fungsi atau header fungsi, tipe data baru,
atau struktur data yang memiliki sifat global.
Fungsi utama adalah fungsi pertama yang akan dieksekusi
oleh kompiler C++. Dan kompiler C++ hanya akan mengeksekusi fungsi-fungsi lain
yang dipanggil pada fungsi utama atau yang memiliki hubungan dengan fungsi
utama secara tidak langsung.
Definisi fungsi merupakan tempat pendefinisian header
fungsi yang telah dideklarasikan pada bagian deklarasi global.
1.3.3 STRUKTUR
LISTING PROGRAM
|
Contoh:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
|
//preprocessor
directive
#include <stdio.h> //file header
//deklarasi
global
int TES = 1000;
//fungsi
utama
int main()
{
printf("Nilai TES= %d", TES);
return 0;
}
|
1.3.4 PROSEDUR
PRAKTIKUM
1. Buat program
seperti pada contoh diatas
2.
Pelajari dan jalankan
program
3.
Jika terjadi kesalahan
program, perbaikilah sehingga program dapat berjalan.
4.
Hapus header dan
jalankan program
5.
Kembalikan header.
6.
Pindahkan deklarasi
global ke bagian paling akhir dari program dan jalankan program.
7.
Kembalikan baris
deklarasi global ke tempat semula.
8.
Hapus kata int pada
fungsi utama dan jalankan program.
1.3.5 DATA HASIL
PERCOBAAN
1. Apa yang terjadi apabila header dihapus dan program
dijalankan?
2. Apa yang terjadi pada saat deklarasi global
dipindahkan ke bagian akhir program?
3. Apa yang terjadi pada saat kata int pada fungsi utama
dihapus?
NB : Soal dan
jawaban ditulis dikertas dikumpulkan di akhir praktikum
1.4 PERNYATAAN,
VARIABEL, KONSTANTA DAN TIPE DATA
1.4.1 TUJUAN
PERCOBAAN
o Memahami pengertian dan penggunaan pernyataan, variabel
dan konstanta dalam bahasa C++
o Memahami penggunaan tipe data standar pada bahasa C++
o Memahami cara pendefinisian tipe data baru pada bahasa
C++
1.4.2 TEORI DASAR
Pernyataan
dalam bahasa C++ merupakan serangkaian atau kelompok rangkaian perintah/simbol
standar C++, perintah/simbol yang didefinisikan pemrogram, variabel/konstanta, dan
atau operator yang diakhiri dengan tanda ; (titik koma/semi-colon).
|
|
Variabel pada bahasa C++ adalah bagian dari memori yang
hanya dapat menampung satu data/informasi pada satu waktu, dimana
data/informasi tersebut dapat berubah setelah dideklarasikan selama
pengeksekusian program. Variabel dilambangkan dengan simbol yang didefinisikan
oleh pemrogram dan variabel harus dideklarasikan terlebih dahulu sebelum dapat
digunakan. Pendeklarasian variabel pada bahasa C++ adalah sebagai berikut,
|
Variabel dapat langsung diberi nilai awal pada saat
pendeklarasiannya. Pemberian nilai tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut,
|
Konstanta merupakan variabel yang data/nilainya tidak
dapat diubah setelah dideklarasikan selama pengeksekusian program. Cara
mendeklarasikan konstanta adalah sebagai berikut,
|
Cara lain untuk mendeklarasikan konstanta adalah dengan
mendeklarasikannya sebagai makro, yaitu sebagai berikut,
|
Besarnya
bagian memori yang digunakan oleh variabel atau konstanta untuk menampung
data/informasi tergantung dari tipr data/informasi yang digunakan. Tipe-tipe
data standar yang terdefinisikan pada bahasa C++ dapat dilihat dalam tabel 1.1.
Tabel 1.1. Tipe-tipe data standar pada bahasa C++
Tipe data
|
Ukuran presisi
|
Jangkauan nilai
|
Jumlah digit presisi
|
1.
char
2.
int
3.
long int
4.
float (desimal)
5.
double
6.
long double
|
1 byte
2 byte
4 byte
4 byte
8 byte
10 byte
|
-128 sampai +127
-32768 sampai +32767
-2147438648 sampai +2147438647
3.4x10-38 hingga 3.4x10+38
1.7x10-308 hingga 1.7x10+308
3.4x10-4932hingga 1.1x10+4932
|
-
-
-
6-7
15-16
19
|
Pemodifikasian
tipe data unsigned dan signed
Untuk
pemodifikasian tipe unsigned
diterapkan pada data bertipe bilangan bulat (char, short, int dan long).
Variable yang ditambahi unsigned akan menyebabkan
nilai yang terkandung didalamnya selalu bernilai positif, sehingga jangkauannya
akan berubah.
Untuk
pemodifikasian tipe signed merupakan
default dari tipe data dasar, yang menyatakan data bernilai positif maupun
negative. Pemodifikasian tipe data dapat dilihat pada tabel 1.2
Tabel 1.2. Tipe-tipe data pemodifikasian pada bahasa C++
1.
char / signed
char
2.
unsigned char
3.
int / signed
int
4.
short int /
signed short int
5.
unsigned int
6.
long int /
signed long int
7.
unsigned long
int
|
Untuk
mendefinisikan suatu tipe data baru selain tipe-tipe data standar pada bahasa
C++ digunakan perintah berikut:
|
Contoh Program
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
|
//contoh penugasan dan penggunaan tipe data
#include
<iostream.h>
//deklarasi global
void main()
{
int x; // signed int //deklarasi variable local
unsigned
int y;
x = -1;
cout <<
“x = ” << x << ‘\n’;
y = -1;
cout <<
“y = ” << y << ‘\n’;
}
|
1.4.3 PROSEDUR
PRAKTIKUM
1.
Salinlah program
diatas.
2.
Lalu jalankan program
diatas pelajari hasilnya.
3.
Lalu gantilah tipe
data x dengan tipe data char
4.
Lalu gantilah tipe
data y dengan tipe data unsigned char
5.
Apabila terjadi
kesalahan perbaikilah nilai variabel sampai benar.
6.
Lalu gantilah tipe
data x dengan tipe data long int.
7.
Lalu gantilah tipe
data y dengan tipe data unsigned long int.
8.
Apabila terjadi
kesalahan perbaikilah dengan mengganti nilai variabel sampai benar.
1.4.4 DATA HASIL
PERCOBAAN (TK I)
1.
Bagaimana hasil dari
prosedur praktikum 1 dan 2?
2.
Bagaimana hasil dari
prosedur praktikum 3 sampai 5?
3.
Bagaimana hasil dari
prosedur praktikum 6 sampai 8?
NB : Soal dan
jawaban ditulis dikertas dikumpulkan di akhir praktikum
1.5. Masukan dan
Keluaran (Input dan Output)
1.5.1 Tujuan
- Untuk memahami penggunaan input/output routines pada bahasa C++
1.5.2 Teori Dasar
Pustaka input/output merupakan pustaka yang berisi stream dan fungsi-fungsi
input/output. Pustaka ini telah ada di header stdio.h dan iostream.h.
Dalam
bahasa C pustaka I/O yang digunakan adalah stdio.h
yang berisi fungsi-fungsi seperti printf
dan scanf. Scanf(cin) digunakan
untuk memasukkan sebuah nilai ke variable dan printf(cout) digunakan untuk
mencetak suatu nilai dari variable maupun konstanta. Sintak dari scanf dan
printf sebagai berikut:
|
Yang dimaksud dengan string format pada fungsi scanf dan printf merupakan
string karakter yang terdiri atas 3 jenis yaitu:
1)
Karakter whitespace
yang merupakan blank, tab(\t) dan baris baru(\n)
2)
Karakter selain
whitespace yang merupakan ASCII selain tanda %
3)
|
Dalam bahasa C++ pustaka I/O yang digunakan adalah iostream.h yang berisi dengan stream
input cin/scanf, stream output/printf cout, untuk standard error stream
menggunakan cerr dan clog, untuk cerr yang telah terbuffer. Operasi untuk cin
sebagai input digunakan operator >> dan cout, cerr, clog sebagai output
menggunakan operator <<.
Contoh penggunaan
Input Output
- Contoh penggunaan printf dan scanf
|
|
-
Contoh penggunaan cin dan cout
1.5.3 Prosedur
Praktikum (TGS II)
1. salinlah program contoh pertama dan kedua
2. apabila ada kesalahan perbaikilah sampai tidak ada
error.
3. gantilah inputan untuk kedua contoh program dengan
angka 0,8888
4. perbaikilah hingga output kedua contoh program sama
dengan nilai inputnya.
5. lakukan prosedur 3 dan 4 tetapi nilai input diganti
dengan angka -125000
6. lakukan prosedur 3 dan 4 tetapi nilai input diganti
dengan angka 1,5 x 10 pangkat -5 / 1,5e-5
1.5.4. Data Hasil
Praktikum
1. Apa yang harus diganti pada program contoh 1 dan 2 apabila input diganti
dengan 0,8888?
2. Apa yang harus diganti pada program contoh 1 dan 2 apabila input diganti
dengan -125000?
3. Apa yang harus diganti pada program contoh 1 dan 2 apabila input diganti
dengan 1,5 x 10 pangkat -5?
4. bagaimana output program sesuai prosedur 3-6 ?
Navigation

